"Selamat siang, teman-teman. Baik ketika di Jakarta maupun jauh di Manokwari - Papua, saya dibombardir pertanyaan masyarakat tentang penyalahgunaan data pribadi di Facebook dan langkah nyata pemerintah mengatasi hal itu. Maklumlah, FB ini banyak bgt jamaahnya ya," tulis Rudiantara lewat akun Twitter-nya, Sabtu (7/4).
Dia pun lalu memaparkan langkah-langkah yang telah diambil pemerintah terkait dugaan kebocoran data pribadi para pemilik akun Facebook. Diperkirakan jumlahnya lebih dari satu juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Dia berharap hasil laporan tersebut negatif, atau tidak ada penyelewenangan penggunaan data-data pribadi pengguna data Facebook di Indonesia.
Selain itu, Kominfo juga minta agar pihak Facebook memperbarui informasi yang mereka peroleh soal jumlah data pribadi yang diduga disalahgunakan. Hal ini mengingat korban kasus Cambridge Analytica juga bertambah. Dari semula 50 juta, membengkak menjadi 87 juta.
Pihak Kominfo juga secara resmi telah mengeluarkan peringatan tertulis kepada Facebook, Kamis (5/4), setelah sebelumnya diberi peringatan lisan.
Rudiantara juga mengingatkan kepada Facebook bahwa ada konkuensi pidana bagi penggunaan data pribadi secara tidak sah. "Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman Polri, karena kewenangan penindakan hukumnya ada di sana," kata Rudiantara lewat akun Twitter-nya.
Setelah memaparkan langkah-langkah yang diambil Kominfo, Rudiantara pun mengungkapkan ia di-bully saat menyarankan agar masyarakat 'puasa medsos' untuk sementara itu.
"Saya di-bully ketika mengimbau agar 'puasa medsos'. Padahal, selain hanya bisa mengandalkan pendekatan regulasi, pemerintah justru juga harus menjalankan fungsi edukasi dan literasi masyarakat, seperti mengimbau dan mengingatkan," tulis Rudiantara.
Dia menyatakan bahwa sebagia menteri dan teman, dia mengingatkan bahwa titik paling krusial dalam pengamanan data pribadi dimulai dari diri sendiri.
"Masing-masing kita harus berhati-hati dalam memberikan data pribadi saat install aplikasi-aplikasi, baik media sosial maupun messenger," kata dia.
Adapun landasan dari saran 'puasa medsos'-nya adalah jika tidak ada nilai tambah, maka dia mengimbau agar masyarakat tidak usah menggunakan media sosial dulu. "Kan nggak apa-apa juga? Kecuali kalau memang sangat butuh dan sudah sadar akan potensi bahayanya, silakan saja," tulisnya.
[Gambas:Twitter]
Momen terbaik untuk 'puasa medsos' adalah di akhir pekan. "Akhir pekan seperti ini adalah salah satu momen terbaik untuk 'puasa medsos', mengurangi keterikatan dengan medsos dan mencurahkan waktu untuk keluarga," kata Rudiantara mengakhiri rangkaian cuitannya. (nat)