"Apakah Anda nyaman untuk berbagi dengan kami nama hotel tempat menginal tadi malam?
"Um," jawab Zuck yang diikuti jeda panjang. "Tidak."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Senator, tidak, saya mungkin tidak akan mengumumkannya disini," tambahnya lagi.
"Saya kira ini adalah inti dari ini semua, hak atas privaso, batasan atas hak privasi itu, dan berapa banyak Anda memberkannya di era Amerika modern," tambah senator itu lagi, seperti dikutip Business Insider.
Pasalnya, yang dipermasalahkan bukan soal memaksa orang lain mengumumkan apa yang mereka lakukan seperti yang dilakukan sang senator kepada Zuck. Sebab, di Facebook semua orang dengan bangga membagikan apa yang mereka lakukan, hingga lokasi mereka.
Tapi, sebenarnya masalah Facebook ini terkait penyalahgunaan data, yang dipercayakan ke Facebook, kepada pihak ketiga.
Jika diumpamakan, pelanggaran ini seperti membocorkan rahasia. Sebagai contoh, seorang teman mempercayakan rahasia kepada kita. Tapi, kita yang dipercayai malah diam-diam menceritakannya lagi ke teman lainnya. Pelanggaran seperti inilah yang tengah mendera Facebook.
"Anda harus membuktikan berhasil mengeposkan sesuatu di Facebook terlebih dulu sebelum mencecar pertanyaan ke Zuck," komentar akun @BrandyLJensen di Twitter.
[Gambas:Twitter]
"Sangat bagus, orang-orang yang memanggang Zuck terkait platform pengumpul data yang luas dan kompleks tidak bisa masuk ke WiFi tanpa pertolongan," tulis akun @netw3rk.
[Gambas:Twitter]
"Zuckerberg seharusnya disidang oleh para staf yang menjalankan laman Facebook para Senator," cuit akun @Phil_Lewis_
[Gambas:Twitter]
Skandal kebocoran data Facebook telah meningkatkan kecemasan sejumlah negara terkait cara Facebook mengelola data pengguna yang merupakan warga negara mereka.
Hari ini, perwakilan Facebook Indonesia pun akan menghadiri rapat dengar pendapat serupa dengan Komisi I DPR RI terkait dengan bocornya data lebih dari satu juta pengguna Indonesia ke Cambridge Analytica. (eks)