Ditengah dugaan-dugaan yang beredar tersebut, Cambridge Analytica mengeluarkan pernyataan resmi dalam laman situs mereka, Senin (9/4).
CEO Cambridge Analytica Alexander Tayler mengungkapkan saat ini menjadi musim terbuka bagi para kritikus untuk mengatakan apapun yang mereka mau berdasarkan spekulasi dan desas-desus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut fakta yang dipaparkan oleh Cambridge Analytica sebagai klarifikasi atas kebocoran data pelanggan Facebook dalam laman resminya.
Ratusan perusahaan data telah menggunakan data Facebook dengan cara yang sama. Cambridge Analytica tidak mengumpulkan secara ilegal atau cara tidak tepat atau berbagi data dengan orang lain.
"Cambridge Analytica tidak melanggar regulasi The Federal Election Commision (FE)" tulis CA dalam situsnya.
2. Cambridge Analytica tidak menggunakan data GSR atau turunan dari data tersebut dalam Pemilihan Presiden AS. CA menggunakan data dari RNC, data dari sumber publik seperti registrasi pemilih, data dari pialang data komersial, dan penelitian yang mereka kumpulkan sendiri dengan pernyataan persetujuan yang jelas.
Mereka mengklaim metode yang mereka gunakan sama dengan yang digunakan oleh kampanye lainnya. Mereka dikabarkan menggunakan model preferensi politik yang sama yang digunakan oleh kampanye Obama dan Clinton
3. Cambridge Analytica mengungkapkan pihaknya tidak bekerja sama sekali pada Referendum Brexit. Mereka melakukan subkontrak beberapa pemasaran digital di Amerika Serikat dan beberapa pengembang perusahaan Kanada yang tidak memiliki kaitan dengan CA.
4. CA melihat Christopher Wylie bukan seorang pelapor. Dia berulang kali mengaku sebagai pendiri Cambridge Analytica. Faktanya adalah dia seorang kontraktor Pemilu SCL dan pergi pada pertengahan 2014.
Karyanya untuk Cambridge Analytica dimulai pada Agustus 2013 dan berakhir pada Juli 2014.
"Dia tidak memiliki pengetahuan baru tentang bisnis kami atau praktiknya dan telah mengakui dalam kesaksiannya," tambah Cambridge Analytica.
Ketika Wylie pergi, dia mendirikan perusahaan pesaing bernama Eunoia Technologies yang CA duga menggunakan data dan kontak mereka yang melanggar perjanjian kerahasiaannya dengan kami. Eunoia juga memperoleh salinan data GSR.
Eunoia melakukan kampanye Trump dan Wylie kemudian mencoba bekerja untuk Vote.leave. Ketika Pemilu SCL menemukan Wylie telah melanggar kontraknya, kami mengambil tindakan hukum terhadapnya, dua karyawan lainnya dan Eunoia.
5. Cambridge Analytica dan SCL Elections adalah perusahaan yang berbeda. Cambridge Analytica adalah entitas AS independen yang bekerja dengan Pemilu SCL sebagai afiliasi untuk melayani pasar politik Amerika Utara
6. CA melakukan audit pihak ketiga yang independen untuk menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki data GSR apa pun. Mereka mengungkapkan akan membagikan hasil penyelidikan ini segera setelah menerima hasilnya.
8. Cambridge Analytica adalah perusahaan yang netral secara politik.
"Secara global, kami bekerja di seluruh spektrum politik arus utama," ujarnya. (age)