Teknik baru ini diharapkan bisa mengungkap keberadaan ribuan lubang hitam yang selama ini tersembunyi.
"Kami tidak hanya melihat lubang hitam di lingkungan terdekat kami, kami melihat lubang hitam dari usia awal alam semesta ketika bintang-bintang baru dibuat," terang Dr Eric Thrane dari Monash University kepada ABC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fisikawan pertama kali mendeteksi radiasi gelombang gravitasi ini pada 2016 dan langsung menerima hadiah Nobel. Mereka menggunakan instrumen LIGO untuk mengujinya di Amerika Serikat demi membuktikan kebenaran teori relativitas Albert Einstein.
Hal itu berkaitan juga dengan banyaknya ilmuwan yang meragukan instrumen LIGO yang terhitung sensitif untuk mendengar bunyi ini.
Teknik baru ini akan diterbitkan dalam jurnal Physical Review X. Jurnal tersebut juga akan menjelaskan cara memilah-milah sejumlah besar data yang telah dikumpulkan detektor dan suara latar belakang.
"Ini memberi kita 'rasa' alam semesta yang paling ekstrim," kata Matthew Bailes, Direktur Pusat Excellence OzGrav untuk Penemuan Gelombang Gravitasi.
Kemampuan mendengarkan suara begitu banyak lubang hitam kecil yang jauh dari Bumi akan memungkinkan para ilmuwan mengeksplorasi lebih dalam sejarah alam semesta. (evn)