Perusahaan asal China yang identik dengan ponsel pintar harga miring itu belakangan memang memproduksi drone, sepeda elektrik, koper pintar, hingga perangkat rumah tangga. Masuk ke bisnis kamera tampaknya bukan hal mengejutkan.
Sementara itu, CEO GoPro Nick Woodman sendiri mengungkap pada Bloomberg bahwa dia terbuka dengan kesepakatan pembelian merek GoPro. Awal tahun ini perusahaan menyewa perusahaan penasihat finansial JPMorgan Chase & Co. untuk menimbang potensi penjualan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mimpi Beehive Drone Jadi 'Grab' Petani |
GoPro pernah dihargai lebih dari $10 miliar, namun rupanya kapitalisasi pasar membuatnya menyentuh harga $761 juta. GoPro berpotensi meminta pinangan sebesar $1 miliar.
Di sisi lain, Xiaomi dikabarkan telah mempertimbangkan penawaran tersebut. Namun perusahaan yang dibangun Lei Jun itu dikatakan tidak ingin membayar terlalu mahal untuk GoPro.
Sebelumnya, Xiaomi dengan ponsel pintarnya tak pernah menjamah pasar AS. Mereka disebut akan berperang paten melawan perusahaan-perusahaan teknologi lain.
Xiaomi selama ini mengembangkan koleksi patennya, tetapi sebagian besar paten mereka hanya bisa digunakan di pasar dalam negeri China. Setiap upaya untuk membawa produknya ke pasar barat akan memantik masalah hukum yang akan membuat perangkatnya mahal dan ditarik keluar.
Mereka melakukan penawaran paten dengan Qualcomm, Microsoft, dan Nokia untuk menghindari itu. Dengan membangun portofolio patennya, Xiaomi berharap akan menghindari banyak komplikasi hukum di pasar baru. (evn)