Spesifikasi Motor Listrik Jokowi di Asmat

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 13/04/2018 12:47 WIB
Spesifikasi Motor Listrik Jokowi di Asmat Dalam kunjungan kerja ke Asmat, Jokowi ditemani istrinya, Ibu Negara Iriana yang juga naik motor listrik sebagai boncengger. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo kembali mengejutkan publik Indonesia dengan hobinya mengendarai sepeda motor. Setelah 'mengangkangi' Kawasaki KLX, chopper modifikasi, kini Jokowi kedapatan menggunakan motor listrik di Agats, Kabupaten Asmat, Papua.

Dalam kunjungan kerja ke Asmat, orang nomor satu di Indonesia itu ditemani istrinya, Ibu Negara Iriana yang juga naik motor listrik sebagai boncengger. Mereka keliling ke tiga tempat meninjau proyek pembangunan untuk menunjang kehidupan warga setempat.

Hasil penelurusan CNNIndonesia.com, motor listrik yang digunakan Jokowi dan Iriana adalah skuter listrik dari WIM Motor, salah satu motor listrik produksi WIM Cycle.

Dari laman facebook WIM Motor, skuter listrik kelir merah yang dipakai Jokowi itu adalah WIM Motor Zero 8i menyuguhkan motor listrik 48 volt 1.000 watt dan baterai 48 volt 20 Ampere hour.


Tertulis spesifikasi motor listrik Zero 8i baterainya bisa melakukan pengisian dari kosong sampai penuh selama delapan jam untuk menjangkau jarak tempuh 50 sampai 80 kilometer. Di situs jual beli, Zero 8i dijual dengan kisaran harga Rp11 juta.

Skuter Zero listrik tersedia dua tipe lainnya, yaitu Zero 800 dan Zero 500 untuk tipe paling murah.

Untuk diingat, skuter bertenaga listrik di Asmat bukan barang istimewa. Masyarakat setempat sudah terbiasa menggunakan motor listrik.

"99 persen kendaraan di sini ramah lingkungan, karena menggunakan motor listrik," ujar Asisten III Setda Kabupaten Asmat, Syamsul Agas.

Menurut Syamsul, Asmat adalah satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang warganya terbiasa motor listrik. Pilihan ini untuk menghindari penggunaan kendaraan roda berbahan bakar fosil bumi.
Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS Muhammad Nur Yuniarto menjelaskan selain membeli motor listrik, warga setempat juga terbiasa memodifikasi motor bensin menjadi motor listrik, dengan cara melucuti mesin konvensional dan menggantinya dengan motor listrik berikut baterainya.

"Jadi berdasarkan teman saja yang kerja di sana, warga sana juga biasa modifikasi motor bensin menjadi motor listrik. Dan itu bagus untuk memajukan kendaraan listrik di Indonesia," ucap Nur kepada CNNIndonesia.com.

Untuk menunjang motor listrik di daerah setempat, PLN menyediakan SPBL di kota Agats. Cara pengisian tidak merepotkan. Pemilik motor cukup membeli pulsa listrik dengan harga Rp5 ribu, selanjutnya melakukan pengisian daya baterai di SPLU yang telah tersedia. (mik)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA