CEO Mark Zuckerberg diminta memberikan penjelasan rinci soal skandal penyalahgunaan data yang diakukannya.
"Kami membenarkan ada perwakilan global dan regional yang datang langsung ke kantor kami. Sayangnya, tanggapannya bersifat generik dan tidak memadai untuk memuaskan kekhawatiran pengguna mereka di Filipina," ungkap Komisi Privasi Nasional Filipina dalam sebuah surat seperti dilaporkan CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Facebook dituntut untuk memberikan lebih banyak bukti mengenai cara menumpulkan data pengguna Filipina. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini juga diminta menjelskan secara rinci bagaimana penggunanya bisa terlibat dalam skandal yang melibatkan Cambridge Analytica.
Menariknya, disela wawancara Zuck menyebut dirinya juga turut menjadi korban pencurian data yang melibatkan Cambridge Analytica.
Sementara di Indonesia, Facebook dijadwalkan akan memberikan kesaksian di hadapan anggota Komisi I DPR RI pada Selasa (17/4). (evn)