Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya menilai alasan utamanya lantaran Spacy tidak laku di pasaran.
"Kami melihat memang trend Spacy terjadi pergeseran dari kebutuhan konsumen. Jadi Spacy kami tidak lanjutkan," ucap Thomas di Jakarta, kemarin (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyoal kemungkinan adanya produk pengganti Spacy, Thomas mengaku sejauh ini belum ada. Namun ia berharap konsumen Honda bisa beralih ke skuter matik tipe lainnya seperti Scoopy atau Vario.
Mengutip laporan Asosiasi Industri Kendaraan Roda Dua (AISI) produksi Spacy sudah ada tanda-tanda akan dihentikan. Distribusi terakhir Spacy ke dealer hanya dilakukan terakhir pada Januari 2018 sebanyak 33 unit, sementara bulan-bulan berikutnya terpantau kosong.
Pabrikan Jepang ini tercatat hanya mampu menjual Spacy 4.223 unit dengan rata-rata per bulan 400-an unit sepanjang 2017.
Sedangkan skutik Honda lainnya, seperti Beat eSP terjual hingga 1.461.085 unit selama 10 bulan pertama di 2017, Scoopy eSP mencapai 507.819 unit, Beat Street dengan 159.424 unit, Vario 110 FI eSP sebanyak 103.552 unit, dan Beat Pop eSP 27.713 unit. (evn)