Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari mengungkapkan ada tambahan sebanyak 1.095.918 pengguna yang berpotensi terdampak penyalahgunaan data.
"Total ada 1.096.666 orang di Indonesia atau sekitar 1,26 persen dari total jumlah orang yang terkena dampak secara global," terang Ruben saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota Komisi I DPR RI di Jakarta, Selasa (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut diketahui tidak termasuk orang yang telah mengunduk aplikasi, tapi kemudian menghapus akun Facebooknya. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini mengklaim tidak menyimpan data pengguna perorangan yang mengunduh aplikasi tersebut.
Terkait hal itu, Ruben menyebut akun aplikasi tersebut tidak memiliki informasi sensitif pengguna Facebook seperti kata sandi atau informasi finansial.
Lebih lanjut Ruben menegaskan pihaknya akan mencari tahu dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh Cambridge Analytica demi memastikan tidak ada penyalahgunaan data.
Kedepannya, Facebook menyebut akan membatasi pengembang yang terhubung dengan aplikasi pihak ketiga.
"Kami akan melakukan investigasi, jika ada penyalahgunaan maka akan langsung diblokir demi memastikan tidak terjadi lagi," ucapnya. (age/evn)