Perusahaan teknologi asal China, Huawei percaya diri AI akan memiliki peran jauh dalam sistem tata kota dan transportasi yang lebih efisien.
Dalam GIV 2025, Huawei menyebutkan peran AI dalam transportasi adalah menghubungkan 200 juta kendaraan dengan jaringan komunikasi 5G. Teknologi itu diperhitungkan bisa mengurangi biaya transportasi hingga 56 persen dan durasi kemacetan sampai 86 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cara Facebook Menambang Data Non-Pengguna |
"Kami tidak tahu kapan mobil otonom akan tiba, tapi kalau assisted vehicle kami yakin tak akan lama lagi," ujar Chief Strategy Marketing Officer William Xu di Shenzhen, China, Selasa (17/4).
Setelah membuka jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi dan aplikasi tepat guna, Yanbu berhasil menghemat anggarannya seperti pemeliharaan jalan sebesar 20 persen dan ongkos pencahayaan publik lebih dari 30 persen.
Lihat juga:Adopsi AI Diprediksi Dongkrak Konsumsi Data |
Studi dengan hasil serupa juga terjadi di Nairobi, Kenya yang mencatat penerapan AI untk menekan angka kriminalitas hingga 46 persen pada tahun lalu.
"Pada 2025 nanti AI akan jadi platform generik di dunia, itu artinya dapat diterapkan ke segala sektor dan industri dan memberikan nilai tambah terhadapnya," pungkas William. (evn)