Aksi kali ini dimotori oleh para pengemudi yang berada di dalam wadah Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda). Kelompok ini pula yang menginisiasi aksi serupa di depan Istana Merdeka belum lama ini.
Azas Tigor Nainggolan yang mendampingi Garda dalam menyampaikan tuntutannya berkata demo kali ini untuk beraudiensi dengan anggota parlemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desakan lainnya mengenai ketentuan tarif. Pada aksi sebelumnya Garda meminta perusahaan aplikator menetapkan tarif datar yakni sebesar Rp4.000 per kilometer tanpa skema bonus ataupun skema tarif dinamis.
Hingga tulisan ini dibuat, keberadaan peserta aksi belum terlihat. Dari pantauan CNNIndonesia.com, para pengemudi masih mengumpulkan massa di beberapa titik, salah satunya di Istora Senayan. (age)