Ketua ATSI Merza Fachys mengatakan seluruh operator seluler telah sepakat untuk mengambil langkah agar penyalahgunaan data NIK dan KK tidak terjadi lagi.
"ATSI telah mengambil langkah, yang pertama adalah melarang semua distributor menggunakan KK (Kartu Keluarga) orang yang tidak berhak untuk meregistrasi kartu kecuali orang itu memberikan izin," terang Merza disela diskusi media di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang ketiga, semua kartu yang sudah terlanjur diregistrasi secara massal akan kami kembalikan statusnya ke belum tergistrasi. 'Diperawankan' lagi," lanjut Merza.
Khusus untuk hal ini, ia menyebut pihak operator nantinya akan mengingatkan pengguna untuk melakukan registrasi sesuai dengan identitas masing-masing.
"Operator tidak ada satu pernyataan pun menyalahkan gerai. Kita tidak pernah mengeluarkan itu kesalahan A atau B. Ini proses migrasi dari yang baik menjadi lebih baik," imbuhnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil mengungkap bahwa sebuah nomor pelanggan Indosat memakai satu NIK hingga 2.221.656 kali. Angka itu tercatat paling banyak. Dua nomor Indosat lain juga diketahui memakai satu NIK untuk mendaftarkan masing-masing 1,6 juta dan 1,8 juta kali.
Pada batas akhir registrasi nanti, semua nomor yang belum mendaftarkan diri dan nomor yang sudah tidak aktif serta tidak melakukan registrasi akan otomatis diblokir. Namun, pengguna dipastikan masih bisa mengaktifkan kembali nomor dnegan mendatangi gerai untuk registrasi. (evn)