IIMS 2018

Sokon Glory 580, 'Kuda Jingkrak' dari Banten

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 16:49 WIB
Melihat desainnya tak sedikit orang menyangka SUV tujuh penumpang Glory 508 adalah lansiran manufaktur China. Sokon Glory 580 diuji di area terbatas IIMS 2018. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar otomotif Indonesia segmen SUV (Sport Utility Vehicle) kedatangan pemain baru dari negara China, yaitu DFSK Glory 580.

Melihat desainnya tak sedikit orang menyangka SUV tujuh penumpang Glory 508 adalah lansiran manufaktur China. Termasuk saya setelah menyentuh dan melakukan tes singkat SUV yang disebut-sebut pesaing serius Honda CR-V.

Sebab, 10 tahun lalu mobil China yang saya kendarai belum sebaik ini dari segi eksterior, interior hingga fitur-fiturnya.
CNNIndonesia.com duduk di kursi baris ketiga. CNNIndonesia.com duduk di kursi baris ketiga. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
CNNIndonesia.com mendapat kesempatan merasakan impresi Sokon Glory 508 1.500 turbo Luxury transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) atau tipe termahal. Duduk di dalam interior Sokon Glory 508, karakternya memang mirip dengan deretan medium SUV lansiran Jepang.


Selama berada di dalam kabin, berulang kali menyakini diri sendiri bahwa sedang berada di interior mobil China, Sokon Glory 508. Sembari sesekali menyentuh dasbor material plastik untuk meyakini bahwa mobil itu benar hasil produsen otomotif China.

Membahas kursi baris ketiga, rasanya cukup lega untuk saya dengan tinggi badan 168 sentimeter, apalagi sebagai penumpang kursi baris kedua memberikan ruang kaki yang cukup longgar. Rekan seprofesi dengan tinggi badan 175 sentimeter juga penasaran.
CNNIndonesia.com berada di kursi baris kedua.CNNIndonesia.com berada di kursi baris kedua. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
"Duduk di kursi baris kedua luas, tapi sepertinya saya agak kurang nyaman duduk di kursi baris ketiga," kata Benny.

Melihat desain kursi paling belakang memang mengorbankan penumpang tinggi badan di atas 170 cm. Rasanya tingkat kelegaan terbatas, apalagi ketika sandaran kursi baris kedua agak direbahkan.

Terlepas dari itu, semua kursi baris kedua atau ketiga bisa dilipat rata. Kondisi itu memungkinkan pemilik membawa barang bawaan lebih banyak di belakang.
Penumpang dengan tinggi badan 175 cm duduk di kursi baris kedua.Penumpang dengan tinggi badan 175 cm duduk di kursi baris kedua. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Mobil yang saya coba telah dilengkapi fitur keyless entry dan tilt steering (pengatur naik turun kemudi manual). Masuk ke interiornya cukup kantongi kunci kontak dan menyalakan mesin melalui tombol engine start stop di sebelah kiri pengemudi.

Suara mesin nyaris tak terdengar di telinga, dan bisa dikatakan desain interiornya bagus untuk menangkal suara dari luar masuk ke kabin penumpang.

Glory 508 digerakkan dengan kecepatan rendah sekitar 20 km per jam di area uji terbatas Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 yang menyediakan lintasan lurus, tikungan, dan pita penggaduh.
Fitur keyless entry dan tilt steering tersimpan untuk Glory 580Fitur keyless entry dan tilt steering tersimpan untuk Glory 580. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Meski mengeksplorasi Glory 508 di area terbatas dengan kecepatan rendah, namun impresi awal mengendarai SUV Glory 508 mampu melebihi ekspetasi saya. Nyaman.

Karakter suspensi Glory 580 terasa empuk ketika digerakkan di atas jalan agak bergelombang dengan kecepatan di bawah 30 km per jam. Namun tipe McPherson di depan dan di belakang Torsion Beam seperti tidak bisa meladeni empat pita penggaduh yang diletakkan berdekatan.

Kabin SUV dirakit di Tangerang, Banten itu terasa berguncang, khususnya di bagian belakang. Tapi saya masih nilai relatif terkendali.
Tampak belakang Sokon Glory 580Tampak belakang Sokon Glory 580 (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)

Hal menarik dari mobil ini sudah tersedia Electric Power Steering (EPS) membuat sistem kemudi menjadi lebih ringan. Menggerakkan ban 225/60 yang membalut pelek 17 inci sangat mudah saat masuk tikungan dengan kecepatan rendah.

Saking ringannya, saya berharap sistem EPS membuat kemudi menjadi agak berat ketika mobil melaju pada kecepatan di atas 50 km per jam. Tujuannya untuk menghindari lingkar kemudi tiba-tiba bergerak ke kiri atau kanan akibat kesalahan pengemudi.

Pada jalan lurus yang sangat minim, saya coba akselerasi mesin dengan menginjak pedal gas dalam-dalam. Kombinasi mesin turbo dan transmisi CVT mumpuni untuk pengendaraan dalam kota, meski reaksi mesin kurang sigap memenuhi permintaan kaki pengendara.
Sokon Glory 580 punya dimensi PxLxT (4.680 mm x 1.845mm x 1.715mm).Sokon Glory 580 punya dimensi PxLxT (4.680 mm x 1.845mm x 1.715mm). (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Klaim DFSK Motors, mesinnya mampu menyemburkan tenaga 150 ps (147 tenaga kuda) dan torsi 220 nm. Jika menghitung daya angkut mobil penumpang ini, patokannya berdasarkan rasio power-to-weight.

Bobot Sokon Glory 580 mencapai 1.510 kg (Curb Weight), sedangkan tenaganya 147 tk. Jika dihitung 1.510 :147 = 10,2. Artinya tiap 1 hp Sokon Glory 580 mampu mengangkut beban 10,2 kg.

Sementara CR-V 1.5 liter memiliki bobot 1.649 kg 190 ps (187,4 tenaga kuda). Dalam hitungan tiap 1 hp CR-V 1.5 mampu mengangkut beban 8,7 kg. Angka segitu lebih baik mengingat bobot mobil sudah dipangkas dari generasi sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan CR-V 1.5, rasanya, Glory 580 agak keteteran melakukan perjalanan jauh keluar kota yang banyak jalan menanjak. Di atas kertas kekurangan Glory 580 terungkap, namun CNNIndonesia.com harus membuktikan Glory 580 dalam kesempatan lain untuk membuktikan performa mesinnya. (mik)
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK