Tak cuma itu, laba Microsoft juga naik karena tren enterprise yang bergeser dari komputasi awan, penyimpanan data, aplikasi dan data center. Pergeseran ini menyebabkan layanan Microsoft Azure memanen banyak konsumen.
"Microsoft dengan Azure mendapatkan lebih banyak keuntungan karena pergeseran aktivitas ke cloud besar dan hasilnya menyatakan hal tersebut," kata Daniel Ives dari firma riset GBH Insights kepada Reuters, Jumat (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut catatan Thomson Reuters I/B/E/S, pendapatan Microsoft pada unit produktivitas dan proses bisnis di Office 365, naik 17 persen menjadi US$ 9 miliar. Angka ini melampaui ekspektasi rata-rata analis sebesar US$ 8,73 miliar.
Sebelumnya, firma riset Canalys mencatat pada Februari silam bahwa pertumbuhan Azure telah mendorong Microsoft ke posisi kedua di pasar komputasi awan dengan pangsa 14 persen dari pasar senilai $ 15,6 miliar itu. Dia mengekor AWS yang mendominasi sebesar 32 persen. (eks)