Selain di AS, belakangan cuaca ekstrem juga tengah menimpa negara bagian Andhra Prades, India. Badai pasir disertai sambaran petir menyebabkan kematian dalam jumlah besar dalam waktu sekejap.
Tercatat ada 14 orang korban jiwa setelah disambar 41 ribu sambaran petir pada Rabu (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Badai Pasir di India Tewaskan 125 Orang |
Di Indonesia, Jabodetabek jadi daerah yang dengan sambaran petir terbanyak-- jumlahnya melebihi Jepang dan Florida, AS. Lokasi dengan dataran tinggi yang banyak ditemui di Indonesia jadi tempat potensial pembentukan awan cumulonimbus.
Namun begitu, jarak petir dengan subjek ternyata tak menjamin seseorang bisa aman dari sambaran.
Meski petir terlihat jauh, hal itu tak menjamin seseorang aman dari sengatannya. Ahli Meteorologi Senior AccuWeather.com, Kristina Pydynowski, mengatakan bahwa petir bisa dideteksi lebih dari 32 km dari induk badai. Namun kasus ini memang sangat jarang.
"Badai petir mungkin tidak langsung di atas kepala, tetapi Anda masih bisa terkena petir. Baut petir bisa menyerang orang dan bangunan yang berjarak 24 km dari badai," kata Pydynowski.
Dia melanjutkan bahwa tempat paling aman untuk berlindung dari petir adalah bangunan tertutup atau mobil. Namun, mereka yang ada di dalam mobil selama badai petir harus menghindari bersentuhan dengan bagian logam yang dapat menghantarkan listrik.
Namun jika seseorang berada di luar dan mendengar atau melihat badai petir, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah mencari tempat berlindung. Jangan berlindung di bawah pohon karena saat basah, kayunya bisa menghantarkan listrik.
Saat sudah menemukan tempat berteduh, jauhi jendelanya. Jangan buru-buru mandi pula ketika sudah sampai di tujuan. Sebab, air merupakan konduktor listrik yang baik. Terlebih, kamar mandi biasanya dilengkapi pipa yang juga bisa disengat petir. (evn)