Kesalahan ini bug dalam hashing sandi Twitter. Pasalnya, hal tersebut merupakan praktik keamanan standar bagi perusahaan untuk mengenkripsi atau mengacak kata sandi yang mereka simpan di server internal.
Twitter mengungkapkan masalah ini dalam posting blog mereka dan serangkaian Tweet pada Kamis sore, (3/5). Dalam postingan tersebut, Twitter mengatakan telah menyelesaikan masalah dan penyelidikan internal tidak menemukan indikasi kata sandi yang dicuri atau disalahgunakan oleh orang dalam.
Lihat juga:WhatsApp Tambah Fitur Group Call dan Stiker |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memperbaiki bug dan tidak ada indikasi pelanggaran atau penyalahgunaan oleh siapa pun," ujar Dorsey.
Twitter tidak mengatakan berapa banyak kata sandi yang terpengaruh. Dikutip dari Reuters, seseorang sumber dekat perusahaan mengatakan jumlah itu "substansial".
Akhir bulan ini, Uni Eropa akan merilis dan memberlakukan undang-undang privasi baru yang ketat, Peraturan Perlindungan Data Umum, yang mencakup denda untuk pelanggar.
Twitter menemukan bug beberapa minggu yang lalu dan telah melaporkannya ke beberapa regulator, kata orang itu, yang tidak berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka. (age)