Perwakilan tiga media sosial ini menyebut bahwa untuk masalah ini tak memiliki jawaban yang mudah dan mereka juga tak yakin ada masalah didalamnya.
Untuk memberantas masalah ini, Twitter tiap minggunya menyelidiki 6,4 juta akun. Hal ini dilakukan untuk mencegah menyebarnya infomasi yang salah dan aktor-aktor dibaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga tak mengungkap bagaimana mereka memastikan orang yang ada di belakang akun yang ditangguhkan itu berhenti membuat akun atau konten negatif lainnya.
Juniper Downs, Kepala Kebijakan Publik dan Relasi Pemerintah YouTube Global setuju bahwa tiga masalah tersebut terlalu dibesar-besarkan dan membantah kalau demokrasi telah mati.
Ia menyebut bahwa masalah misinformasi dan propaganda telah hadir dalam sejarah Amerika Serikat. Sehingga, aktor-aktor jahat ini akan tetap hadir, ada atau tidak adanya media sosial. Mereka hadir secara online ataupun offline.
Ia pun menganggap terburu-buru membuat kebijakan baru tanpa memahami isunya secara keselluruhan merupakan suatu kesalahan, seperti disebut Business Insider. (eks)