Hari Ini Perwakilan Facebook Temui Menkominfo

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Senin, 07/05/2018 13:54 WIB
Hari Ini Perwakilan Facebook Temui Menkominfo Facebook (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perwakilan Facebook dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika hari ini (7/5). Pertemuan ini rencananya akan membahas kelanjutan masalah penggunaan 1 juta pengguna Facebook di Indonesia.

Selama ini, media sosial buatan Mark Zuckerberg itu berdalih masih melakukan audit internal guna menyelidiki keseluruhan dampak kebocoran data.

"Pada Senin 7 Mei 2018 jam 13.00, pihak Facebook akan datang ke Kementerian Kominfo menemui Pak Menteri Kominfo utk tindaklanjut kasus penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica," demikian pemberitahuan yang disampaikan kepada CNNIndonesia.com, Jumat malam (4/5).


Pemerintah melalui Kemenkominfo dan kepolisian sebelumnya sudah mendesak Facebook untuk menjelaskan secara rinci dan mencegah kejadian kembali terulang.

Facebook sendiri berupaya mematuhi permintaan tersebut seperti dengan menemui Kemenkominfo, menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR RI, dan memenuhi panggilan Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Kominfo melayangkan surat untuk Facebook. Dalam surat tersebut Kominfo meminta penjelasan dan dokumen terhadap penyalahgunaan data pengguna Facebook Indonesia.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza mengungkapkan surat tersebut merupakan permintaan klarifikasi bukan peringatan.

Surat tersebut memuat empat permintaan dari Kominfo. Pertama, klarifikasi mengenai adanya informasi penyalahgunaan data pengguna Facebook yang meluas ke firma analisis lain selain Cambridge Analytica yaitu CubeYou dan Aggregate IQ.

Kedua, penjelasan lebih lanjut mengenai tindakan teknis untuk membatasi akses data di Facebook, seperti yang telah dijelaskan pada surat dari Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia pada 5 April 2018.

Ketiga, memberikan data jadwal dan/atau hasil audit kasus ini. Keempat, memberikan data pengguna Facebook Indonesia yang terkena dampak penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica.

Surat tersebut pun menyebutkan agar Facebook dapat memenuhi permintaan paling lambat sepekan dari surat dikirimkan. Artinya pada 26 April lalu, Facebook harus sudah memiliki jawaban untuk pemerintah. Namun, baru kali ini keduanya menjadwalkan untuk mengadakan pertemuan terkait hal tersebut. (eks/eks)