Pengumuman itu dilakukan oleh Partai Demokrat di Komite Intelijen Parlemen AS. Parlemen mengatakan bahwa rakyat Amerika layak memahami sejauh mana campur tangan Rusia melalui Internet Research Agency (IRA) yang merupakan perusahaan Rusia yang membayar postingan pro-Donald Trump dua tahun silam.
"Tidak diragukan lagi bahwa Rusia berusaha untuk menggunakan platform media sosial untuk mendorong terbelahnya orang Amerika, dan dalam upaya untuk mempengaruhi pemilihan 2016", kata Demokrat Adam Schiff dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kongres lantas membeberkan taktik yang digunakan Rusia. Taktik ini sebelumnya pernah dibeberkan di rapat dengar kongres oleh penasihat khusus, Robert Mueller.
Penyelidikan Mueller berulangkali memicu kemarahan dari Presiden Trump. Ia kerap mengecam penyelidikan itu sebagai "perburuan penyihir" tak berdasar yang dibuat oleh pejabat penegak hukum yang tidak netral. (eks)