"Salah satu yang bikin mahal itu backbone. Sekarang tulang punggung jaringannya dibangun oleh pemerintah, dikasih diskon, kan uangnya dari USO. Jadi istilahnya insentif fiskal kepada operator agar mereka membangun lebih cepat dan luas," papar Rudiantara, di Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (14/5).
Rudiantara menambahkan operator bisa berlomba-lomba untuk membangun akses karena sudah murah dan tak usah membangun backbone.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiantara menjelaskan saat ini Palapa Ring Barat telah rampung 100 persen dan siap untuk beroperasi. Saat ini, menurutnya Indosat menjadi salah satu operator yang akan menyewa jaringan Palapa Ring.
Foto: CNN Indonesia/Agnes Savithri |
Sementara itu, pembangunan Palapa Ring Tengah sudah mencapai 77 persen dan ditargetkan segera rampung sebelum akhir 2018. Palapa Ring Timur sudah berjalan sekitar 45 persen.
Proyek Palapa Ring ini memiliki masa konsesi selama 15 tahun yang memungkinkan Badan Usaha untuk membiayai, merancang, membangun, memiliki, mengoperasikan, dan memelihara infrastruktur jaringan serat optik selama masa konsesi.
Ruang lingkup proyek Palapa Ring ini akan melayani daerah non-financially feasible atau wilayah yang tidak layanan secara bisnis atau keuangan.
Sedangkan Paket Tengah menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara sampai dengan Kepulauan Sangihe dan Talaud dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700KM.
Terakhir, Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua hingga pedalaman Papua dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300KM. (age/evn)
Foto: CNN Indonesia/Agnes Savithri