Rudiantara menyebut ada sekitar 280 akun yang sudah dibekukan di Telegram, 300 akun di Facebook, 250 lebih di YouTube, dan sekitar 70 akun di Twitter. Namun belum semua dari akun maupun konten yang bermasalah di masing-masing layanan tersebut sudah ditindak.
"Ada yang identifikasi semuanya ada ribuan akun sudah terkonfirmasi, ada yang sudah di-take down dan ada yang belum," ujar Rudiantara di gedung Kemenkominfo, Selasa (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiantara menekankan pertemuan dengan raksasa internet tersebut terkait dengan penanganan konten terorisme dan radikalisme. Ia memastikan setelah pertemuan itu, penanganan akun dan konten bermasalah di keempat layanan itu akan lebih sering dan cepat.
Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo Semuel Pangerapan berkata koordinasi dengan keempat raksasa internet tersebut diperkuat karena akun dan konten radikal mudah ditemukakn di sana ketimbang di layanan lainnya.
"Yang biasanya ada (akun) radikal-radikal ya empat ini, enggak ada lagi yang lain," tukas Semuel di kesempatan yang sama. (evn)