Berdasarkan penelurusan, sejumlah pedagang ponsel yang berbincang dengan CNNIndonesia.com secara terpisah mengatakan bahwa penjualan biasanya baru akan menunjukkan kenaikan pasca Lebaran.
Menurut mereka hal itu disebabkan oleh penerimaan tunjangan hari raya yang umumnya terjadi saat Lebaran dari sanak saudara bukan tempat bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Oppo Vivo nggak akan ada kenaikan dan penurunan harga karena mereka punya harga brosur. Artinya, harga pabrik ini tidak bisa kita naik turunkan sendiri berbeda dengan Apple, Xiaomi dan Advan yang nggak punya harga nasional," lanjut dia.
Stok dan barang masih sama-sama normal seperti hari biasa. Namun jika nantinya terjadi lonjakan permintaan, tak menutup kemungkinan akan terjadi kenaikan harga.
"Biasanya kalau mendekati Lebaran harga akan naik karena banyak orang yang nyari. Orang ingin ganti handphone. Tapi naiknya nggak sampai jutaan kok paling seratus dua ratus ribuan," jelas Sari dari Yotafone.
Sementara itu, kepala toko Dunia Komputer yang berlokasi di Mall Ambassador menceritakan bahwa penjualannya sudah terkena imbas Ramadan. Menurutnya, penjualan di toko elektroniknya sudah sempat ramai sebelum memasuki awal puasa.
Pria yang kerap disapa Kang Epul itu juga menjelaskan bahwa dagangannya akan kembali laku saat Lebaran usai ketika anak-anak kembali ke sekolah. Tak pandang bulu, produk yang dijualnya mulai dari komputer, speaker atau printer kembali menuju puncak angka penjualan.
Sayangnya, Epul enggan mengungkap berapa angka kenaikan dan penurunan penjualan dari tokonya. Dia hanya memastikan bahwa distributor seperti dirinya memastikan stok siap untuk peningkatan permintaan nanti. (age)