Salah satu strategi yang akan ditempuh kabarnya perubahan konsep bisnis dari agen pemegang merek (APM) menjadi importir khusus mobil merek Nissan. Namun, Kepala Komunikasi NMI Hana Maharani secara tegas membantah kabar tersebut.
"Belum (jika hanya akan menjadi importir). Kami sih pokoknya punya strategi bisnis seperti yang saya katakan," ungkap Hanna kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama produk, jadi kami dari tahun ini ada Darsun Cross, Go dan Plus juga. Ke depan dalam midterm kami ada beragam produk (Nissan) baru dibeberapa segmen yaitu SUV dan MPV baru," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana yang hendak ditempuh dalam lima tahun kedepan menurutnya untuk menambah jumlah dealer mitra.
Selain menambah mitra dealer, Hannya juga mengungkapkan strategi lain yang menurutnya tak melulu bertumpu pada bisnis kendaraan retail tapi juga fleet.
"Jadi ada beberapa hal terkait bisnis penjualan. Ini juga untuk nunjukin ke market kalau kami masih komitmen di Indonesia, sekaligus sebagai transformasi Nissan di Indonesia," pungkasnya. (mik)