Di tengah persaingan ketat di bisnis aplikasi musik streaming, YouTube percaya bahwa situs berbagi video gratisnya selalu menjadi destinasi musik tanpa batas pengguna internet. Oleh karena itu, Alphabet mencoba untuk memonetisasi layanan musik di platformnya.
"Ketika Anda bertanya kepada pengguna kami bagaimana mereka mengonsumsi musik, kami selalu disebutkan tetapi sering kali ada layanan streaming lain kemudian YouTube. Mereka memiliki beberapa aplikasi," kata Lyor Cohen, mantan eksekutif industri musik yang telah menjadi kepala musik untuk YouTube dan Google sejak 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Youtube Punya 1,8 Miliar Penonton Bulanan |
YouTube telah lama memiliki hubungan yang kontroversial dengan industri musik. Menurut Federasi Industri Phonografi Internasional (IFPI). Platform streaming video ini menyumbang dua kali lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk mendengarkan musik dari semua layanan streaming audio berbayar ketika digabungkan.
Sayangnya, IFPI mencatat bahwa upah yang diterima artis dan label sangat minim jika dibandingkan dengan layanan streaming musik lain. Artis dan label hanya menerima US$1 per tahun dari YouTube sementara Spotify bisa memberikan US$20 setahun per pelanggan.
Sementara itu, para analis tidak yakin apakah bisnis streaming musik ini menguntungkan. Namun, mereka memprediksi industri ini akan menyumbang 10 persen hingga 18 persen dari pendapatan Alphabet yang mencapai US$134 miliar tahun ini.
Label musik telah mendesak berbagai unit Alphabet untuk berbuat lebih banyak agar pengguna membayar layanan musik mereka. Sayangnya, usaha Alphabet tidak memperoleh daya tarik besar dibanding saingannya di masa lalu.
Google pernah memperluas Google Play Music pada 2013 untuk menyertakan layanan streaming musik "all-access" on-demand seharga US$ 9,99 per bulan.
YouTube Music diluncurkan pada 2015 sebagai aplikasi untuk menonton (atau hanya mendengarkan) video musik. Versi gratisnya yang bercampur iklan bisa diakses siapapun, sementara pelanggan Red mendapat fitur tambahan seperti musik yang bisa terus diputar bahkan jika pengguna mengklik aplikasi lain.
Di antara perubahan yang mulai diluncurkan Selasa pekan depan, YouTube Red akan berganti merek menjadi YouTube Premium dan biaya US$ 11,99 per bulan. (age)