Perusahaan asal Finlandia tersebut, baru-baru ini mengalami persaingan kuat terhadap persaingan pengguna dan ketergantungan perusahaan terhadap gim Angry Bird yang pertama kali diluncurkan pada 2009.
Namun, laba perusahaan berkata lain. Rovio mencetak laba kuartal pertama 2018 sebesar 10juta Euro atau sekitar US$12 juta. Angka ini naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Lihat juga:Pembuat Angry Birds Merugi Rp195 Miliar |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyeksi kuartalan sulit untuk perusahaan game karena biaya fluktuatif secara signifikan antara kuartal," kata analis OP Bank Hannu Rauhala.
Rovio mengharapkan film sekuel Angry Bird dapat meningkatkan bisnis tahun depan dan perusahaan juga telah meningkatkan investasi di perusahaan spin-off Hatch, yang membangun layanan streaming bergaya Netflix untuk game mobile. (age)