Dilansir dari Reuters, tuduhan Maret lalu mengemuka bahwa Cambridge Analytica disewa oleh kampanye pemilihan Presiden AS yakni Donald Trump. Mereka menggunakan data 87 juta pengguna Facebook secara tidak benar mulai 2014.
Cambridge Analytica dan perusahaan induknya, SCL Elections Ltd mengatakan awal bulan ini bahwa mereka akan segera menutup dan memulai proses kebangkrutan setelah mengalami penurunan tajam dalam bisnis.
Lihat juga:3 Juta Data Pengguna Facebook Kembali Bocor |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Facebook telah menghadapi banyak penyelidikan di Amerika Serikat dan Eropa terkait penanganan data pribadi pengguna, melukai saham perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg.
Facebook mengatakan pada Senin lalu, bahwa pihaknya telah menangguhkan sekitar 200 aplikasi dalam tahap pertama peninjauannya ke dalam aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar data pengguna sebelum perusahaan membatasi akses data. (age/age)