Alih-alih hanya berkomunikasi dengan teks seperti bot lainnya, bot Google ini berbicara layaknya manusia biasa. Saat didemonstrasikan, gaya bicara bot ini sangat natural layaknya manusia. Ia dapat menirukan gaya bicara manusia mulai dari gumaman, hingga nada bicara.
[Gambas:Youtube]
[Gambas:Youtube]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pertanyaan tersebut perusahaan induk Google, Alphabet, memberi penjelasan. Mereka menyebut bahwa saat melakukan telepon, Duplex akan memperkenalkan diri sebagai Google Assistant, alias asisten suara Google.
Duplex juga akan memberitahu bahwa sambungan telepon ini akan direkam. Hanya saja, perekaman pembicaraan hanya dilakukan di wilayah aturan hukumnya memperbolehkan hal tersebut.
Saat pertama kali memamerkan Duplex, layanan asisten suara itu melakukan pengujian dengan menelepon salon dan restoran untuk melakukan pemesanan tempat.
Lihat juga:Google Kenalkan YouTube Music |
Minggu lalu, kembali para eksekutif Alphabet menyebut bahwa mereka telah memikirkan soal identifikasi bot dan masalah etika yang mungkin muncul dengan adanya teknologi ini.
Dalam blognya, Google menyebut bahwa Duplex bisa digunakan secara komersial oleh bisnis. Misal untuk menjawab panggilan telepon dan pesanan tempat dari pelanggan. Sehingga mereka tak perlu menempatkan pegawai khusus dan pelatihan untuk layanan tersebut. (eks)