Satelit relay itu berhasil diluncurkan pada Minggu (20/5) waktu setempat dengan roket Long March-4C hasil produksi mereka sendiri.
Keberadaan satelit anyar tersebut akan menjadi 'jembatan' penghubung antara pusat komando di Bumi dengan robot penjelajah yang akan ditugaskan di sisi gelap Bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peluncuran ini adalah langkah kunci bagi China mewujudkan tujuannya sebagai negara pertama yang mengirim satelit ke permukaan lunak dan menjelajah sisi jauh Bulan," ucap manager proyek satelit Zhang Lihua kepada Xinhua yang dikutip dari Reuters, Selasa (21/5).
Lihat juga:NASA Tuai Protes Undur Kirim Robot ke Bulan |
Lantaran mendarat di sisi yang berlawanan dengan bumi, satelit ini tidak bisa langsung berkomunikasi dengan bumi tanpa terhalang. Sehingga, pesawat ruang angkasa ini akan menggunakan frekuensi S-band dan X-band untuk berkomunikasi, seperti disebutkan ArsTechnica.
Badan Antariksa dan Teknologi China memakai roket buatan merek sendiri Long March 4C untuk meluncurkan satelit Queqiao ini. Satelit akan dipersiapkan beroperasi dalam enam bulan ke depan didahului serangkaian tes.
Proyek menjelajah sisi gelap Bulan yang tak pernah dilakukan negara mana pun ini merupakan salah satu bentuk tekad China menjadi negara adidaya dalam penjelajahan antariksa pada 2030.
Tak hanya di Bulan, China ingin mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat dan Rusia dengan meluncurkan stasiun luar angkasa berawaknya sendiri tahun depan. (eks)