Laporan ZDNet menyebutkan ada dua server yang bocor dalam kasus ini. Robert Wiggins, peneliti asal Inggris, menjadi yang pertama menemukan kebocoran data itu.
"Kami sudah mengambil langkah untuk menutup salah satu server kami ke publik dan mulai memperingatkan pelanggan yang berpotensi terdampak," ucap juru bicara TeenSafe kepada ZDNet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Galaxy Note 9 Akan Gunakan Bixby 2.0 |
Aplikasi TeenSafe sendiri tersedia tak hanya di Apple, tapi juga di Android yang berfungsi alat bantu orang tua mengetahui lokasi, membaca pesan teks yang masuk, melihat riwayat telepon, dan riwayat penelusuran internet di perangkat anak mereka.
Lihat juga:Google Kenalkan YouTube Music |
Server lain yang diketahui juga bocor tak mendapat perlakuan serupa karena hanya berisi data uji coba saja.
TeenSafe yang mengklaim punya sejuta pegguna bertekad menelusuri penyebab kebocoran ini dan berjanji memberi keterangan tambahan sesegera mungkin. (evn)