Pasalnya, belum lama ini pun seluruh Uber di Asia Tenggara telah bergabung dengan Grab sehingga sekarang mereka masih mendominasi pasar. Sementara itu, Gojek dari sisi pendanaan terbilang cukup kuat.
Sejak berdiri pada 2010, Gojek sudah menggalang dana sekitar US$1,5 miliar atau setara dengan Rp21,15 triliun (dengan kurs Rp14.100/dolar). Dana tersebut berasal dari pemain teknologi besar dan investor internasional seperti Google dan Tencent Holdings.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tawaran ini terlihat menarik, karena saya harus membayar komisi sebesar 28 persen untuk Grab," ujar Tuan, salah satu pengemudi Grab di Vietnam kepada koran lokal Tuoi Tre.
Lihat juga:Gojek Laporkan Hoaks Gofood Disusupi ISIS |
Sejak Uber meninggalkan pasar Vietnam bulan lalu, Grab sempat terkena tuduhan monopoli karena pesaing terbesarnya sudah tidak ada. Hasil investigasi yang dilakukan di Vietnam pun memperlihatkan indikasi pelanggaran terhadap aturan penggabungan perusahaan Grab dan Uber.
Hasil awal dari investigasi tersebut juga menunjukkan bahwa Grab menguasai lebih dari separuh pasar di Vietnam setelah menggandeng Uber, yang dapat berpotensi melanggar peraturan tentang konsentrasi ekonomi di Vietnam.
Departemen Persaingan dan Perlindungan Konsumen Vietnam sedang mempertimbangkan untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap perjanjian ini. (age)