Netizen Nyinyir Iqbaal 'Dilan' Main Film Bumi Manusia

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 25/05/2018 14:37 WIB
Netizen Nyinyir Iqbaal 'Dilan' Main Film Bumi Manusia Netizen protes Iqbaal Ramadhan jadi pemeran Minke di film Bumi Manusia (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netizen menyayangkan pemilihan aktor Iqbaal Ramadhan sebagai pemeran Minke dalam film Bumi Manusia. Bumi Manusia sendiri adalah novel karya Pramoedya Ananta Toer.

Sastrawan yang dikenal dengan nama Pram tersebut dikenal sebagai pelopor sastra perlawanan lewat novel-novel politiknya. Di masa Orde Baru novel Pram sempat dilarang lantaran dianggap kekiri-kirian alias menebar ideologi komunis. Pasca Orde Baru tumbang, novel-novel ini pun naik daun.

Bumi Manusia adalah buku pertama dari tetralogi buru, yaitu empat novel yang ditulis Pram semasa menjalani tahanan di Pulau Buru.


Film Bumi Manusia sendiri akan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Netizen menyayangkan terkait pemilihan pemain dari buku yang dianggap berbobot tersebut. Pasalnya, Iqbaal terlanjur lekat dengan gambaran Dilan dari film sebelumnya.

Kekecewaan itu diungkap akun Ranggabundar. Ia menyebut kalau Bumi Manusia adalah hal paling magis yang pernah ditulis Pram. Pram bahkan menulis Minke dari gambaran RM Tirto Adhi Soerjo, bapak pers nasional.

"Pemain remaja, media darling untuk Bumi Manusia. Ironi," cuitnya lagi.

Protes serupa juga datang dari netizen pecinta K-Pop.



Netizen lain juga protes bahwa ia lebih setuju kalau pemain Bumi Manusia lebih baik dibawakan oleh pemain teater novel tersebut. Bumi Manusia sebelumnya sempat dimainkan dalam karya teater dengan judul Bunga Penutup Abad.



Profesor Ariel Heryanto, ahli sosiologis Indonesia, juga ikut berkomentar atas film ini. Menurutnya, ini adalah bagian dari komersialisasi. Meski demikian ia menolak berkomentar terkait apakah kekecewaannya itu terkait dengan pemilihan pemain film tersebut.



Komentar serupa juga dinyatakan oleh pengguna Twitter lainnya, Kaia.

Meski demikian, sebagian netizen menilai penolakan ini terlalu berlebihan. Ia menyebut novel karya Pram itu terlalu dikultuskan.



Bumi Manusia bercerita tentang Minke, salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Namun Minke, selain anak pesohor, juga pribumi yang pandai. Ia sangat piawai menulis.

Melihat kondisi di sekitarnya, Minke tergerak untuk memperjuangkan nasib pribumi melalui tulisan, yang menurutnya membuat suaranya tidak akan padam ditelan angin. (eks/age)


ARTIKEL TERKAIT