Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Eva Guna Pan Pandia mengatakan razia itu digelar untuk memberi rasa aman kepada masyarakat setempat.
"Operasi malam Minggu hingga menjelang subuh ini tidak hanya memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan tapi juga memeriksa semua barang bawaan pengendara. Kita antisipasi minuman keras, narkoba, senjata tajam atau bahan-bahan berbahaya untuk memberi rasa aman kepada masyarakat," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kena tilang karena tidak ada kaca spion dan pelat nomornya," ucap Andre.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andre menjelaskan motornya adalah Honda Astrea 800 produksi tahun 1990 sebelum mendapat sentuhan modifikasi. Ia mengaku menghabiskan dana Rp10 juta demi bergaya ala Jokowi.
Ia menegaskan, belum dipasangi pelat nomor dan kaca spion karena modifikasinya belum selesai.
"Ini rencananya mau diikutkan lomba modifikasi motor 'Chopper Cup' di Malang pekan depan. Modifikasinya belum selesai. Rencananya mau saya bawa ke rumah teman di Wonokromo untuk menyelesaikan modifikasinya," ujarnya.
Andre memaparkan motornya memiliki kelengkapan surat-surat kecuali pajaknya mati setahun. Polrestabes Surabaya beralasan menahan motornya karena tidak berpelat nomor.