Jelang Lebaran, Pembeli Tiket Pesawat Online Diklaim Naik

Eka Santhika, CNN Indonesia | Rabu, 30/05/2018 20:21 WIB
Jelang Lebaran, pemesanan tiket pesawat secara online diklaim naik dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang hari raya Lebaran, pembelian tiket pesawat secara online mengalami peningkatan. Peningkatan mulai terlihat pada H-20 hari raya. Hal ini diungkap Busyra Oryza, Public Relation Manager Traveloka.


"(Pesanan) bisa naik dua hingga tiga kali lipat dari hari biasa," tuturnya saat ditemui pada konferensi pers Traveloka, Rabu (30/5).


Hal serupa sempat diutarakan oleh Dannis Muhammad, Chief Marketing Officer Traveloka. Menurutnya, peningkatan pemesanan di Traveloka jelang Lebaran lebih dari 100 persen tanpa memberikan angka pasti. 


Tiket pesawat sendiri menurut Busyra akan mulai penuh pada H-3 Lebaran. Untuk itu ia mengimbau agar pembeli tiket online agar melakukan pemesanan tiket pesawat sedini mungkin. 

Selain itu, Sufintri Rahayu, Public Relation Director Traveloka menyebut harga tiket pesawat akan terus naik jelang Idul Fitri. Harga tiket pesawat mulai naik 15-30 persen mulai seminggu sebelum Lebaran.

Hal serupa juga nampak pada pesanan tiket kereta api. Hanya saja pihak Traveloka tidak mengungkap jumlah peningkatan pembeli tiket kereta api. 

Berdasarkan survey terhadap 1.311 penggunanya pada pekan pertama Ramadan di bulan Mei 2018, Traveloka menyebut ada lebih dari 60 persen pemudik memesan tiket pesawat terbang. Disusul 12 persen yang menggunakan kereta api, dan 2 persen lainnya memilih bus.

Hingga saat ini, Busyro mengungkap bahwa layanan pemesanan online pesawat dan hotel masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar perusahaan. Meski demikian, ia enggan menyebutkan jumlah kontribusi kedua layanan tersebut.

Hingga saat ini, Traveloka mengklaim aplikasnya sudah diunduh hingga 40 juta kali dengan rata-rata pengguna berusia 20-45 tahun di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Angka unduhan disebut naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 15 juta. (eks/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK