Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim mengatakan kurang peka individu terhadap keamanan siber merupakan sasaran empuk bagi hacker untuk melakukan penetrasi pengambilan data rahasia individu, khususnya data nasabah.
Edwin mengatakan belum lagi, memang lebih mudah menembus individu dibandingkan dengan sebuah lembaga, misalnya lembaga keuangan yang telah memiliki tim keamanan teknologi informasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat harus selalu bertanya ke operator telepon atau institusi terkait apabila memang diminta informasi-informasi yang sifatnya rahasia, misalnya pin atau username.
"Kita punya musuh yang tidak terlihat. Kalau terlihat ya lain cerita, kita tidak bisa aman tapi nyaman. Kalau aman pasti harus ada yang dikorbankan. Rumusnya gini, tidak ada makan siang gratis. Tidak ada uang gampang. Pasti kalau uang gampang ada apa apanya," kata Edwin.
Edwin lebih lanjut juga menyarankan bagi pengguna Wifi gratis agar tidak mengakses mobile banking, atau akun lainnya yang menyimpan data krusial.
Pasalnya Wifi gratis itu setidaknya meminta akun email atau informasi rahasia lainnya untuk verifikasi. Edwin mengatakan informasi tersebut tidak diketahui digunakan untuk apa.
Edwin juga menjelaskan keamanan siber perusahaan juga tergantung dari kedewasaan para nasabahnya itu sendiri. Pasalnya data nasabah yang bobol bukan berarti keamanan perbankan bisa ditembus.
Bisa saja data nasabah itu dibobol karena kesalahan para nasabah ketika membagikan data informasi sembarangan. Edwin mengatakan ketatnya keamanan untuk menghadapi kejahatan siber akan membuat para nasabah tidak nyaman. (age)