Regulasi LCEV Jadi Dilema Suzuki Wagon R 7 Penumpang

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 10:53 WIB
Regulasi LCEV Jadi Dilema Suzuki Wagon R 7 Penumpang Ilustrasi. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Regulasi kendaraan rendah emisi (low carbon emmision vehicle/LCEV) yang disiapkan pemerintah sulit bagi Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk meluncurkan Wagon R tujuh penumpang sekelas Toyota Calya, Daihatsu Sigra dan Datsun GO+.

Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan pihaknya tidak terburu-buru dengan meluncurkan mobil tersebut. Sebab jika dipaksakan justru terbentur dengan regulasi LCEV.

"Kalau Karimun Wagon R statement saya kami masih on process studi," kata Donny di Jakarta.
Menurut Donny, banyak hal yang dibahas oleh internal Suzuki terkait peluncuran mobil yang sebelumnya dikabarkan akan masuk ke segmen low cost green car (LCGC) itu.


SIS perlu melakukan pengamatan lebih lanjut supaya seting harganya sesuai saat peluncuran nanti, satu hal yang diwaspadai SIS adalah regulasi LCEV.

"Kami cermati apakah nanti program LCGC masih berjalan. Kemudian bagaimana arah programnya, apakah nanti akan bersinergi dengan LCEV dan sebagainya. Kan bicara investasi jangka panjang dan bagaimana LCGC ke depannya," jelas Donny.
Karimun Wagon R tiga baris sebetulnya bukan barang baru dari Suzuki. Versi konsepnya sempat diperlihatkan di Indonesia pada 2013. Setelah hampir lima tahun, model produksinya tak kunjung muncul ke publik.

Namun ada kabar bahwa model barunya disebut tidak akan menggunakan platform Hearteck seperti yang dipakai oleh generasi baru Swift dan Ertiga. Bodi mobil pun bakal lebih panjang, meski jarak antar roda depan dan belakang sama dengan konsep mobilnya.

Sementara untuk pilihan mesin memang belum ada kepastian. Rumor yang tersebar mengerucut kepada mesin bensin 1.200cc bensin dan diesel 1.500cc. (mik)