CEO sekaligus pendiri Telegram Pavel Durov mengumukan perubahan kebijakan Apple lewat cuitannya di Twitter. Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada Apple dan Tim Cook atas pembaruan tersebut.
Apple diketahui tak memberikan izin pembaruan bagi Telegram sejak April. Di sisi lain, Apple juga menolak permintaan pemerintah Rusia untuk menghapus aplikasi Telegram dari App Store. Penundaan pembaruan ini memicu kekhawatiran bahwa Apple berupaya menenangkan pihak berwenang di Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan yang didirikan oleh Steve Job dan Steve Wozniak ini dikenal ketat mengatur perizinan aplikasi yang beredar di toko aplikasinya. Menyoal pembaruan hingga perbaikan minor dari sisi teknis, Apple juga dikenal ketat dalam memberikan izin sebelum didistribusikan ke penggunanya.
"Rusia melarang Telegram di wilayahnya sejak April karena kami menolak memberikan kunci deskripsi seluruh pengguna kami kepada agen keamanan," tukas Durov seperti dilaporkan Reuters.
Lihat juga:Pemerintah Rusia Minta Apple Hapus Telegram |
Telegram menolak pemblokiran tersebut dan membawanya ke pengadilan Rusia. Sementara pemerintah Rusia meningkatkan teknanan ke perusahaan-perusahaan teknologi untuk lebih aktif menjaga keamanan konten dalam berbagai bentuk, termasuk aplikasi.
Apple menjanjikan akan memberi tahu secara terbuka para pengembang jika pemerintah satu negara meminta untuk menghapus aplikasi. Pembatasan aplikasi dimungkinkan di negara-negara tertentu.
Seperti dilaporkan, Apple secara resmi melarang aplikasi VPN dan menghapus New York Times di China. Hingga paruh kedua 2018, Apple menjanjikan akan melaporkan secara transparan permintaan penghapusan aplikasi. (evn)