Ucapan secara verbal kadang tidak selalu terekam dan mudah untuk dihapus. Meskipun tidak terekam, mungkin hanya diingat oleh orang yang mendengar dan tentu saja bisa terlupakan mengingat terbatasnya memori manusia.
Berbeda dengan ucapan, ketikan seseorang di media sosial atau situs tertentu terekam dan sulit untuk dihapus jejaknya. Pengamat keamanan internet sekaligus Information Technology Security Specialist Vaksinkom, Alfons Tanujaya mengatakan, ketikan yang menjadi jejak digital tersebut dipastikan akan berada di internet selama-lamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi apabila tautannya dibagikan media sosial. Oleh karena itu, jejak digital tidak mungkin dihapuskan. Alfons mengingatkan kecepatan penyebaran sebuah informasi di media sosial.
Masyarakat yang melihat aktivitas tokoh atau selebritis di media sosial cenderung membagikan ke akun pribadinya, kemudian teman di akun medianya juga membagikannya, dan seterusnya.
Intinya Alfons mengingat penyebaran informasi di media sosial sulit dikontrol. Bisa saja si empu yang menuliskan pendapat di media sosial sudah dihapus, namun orang lain yang membagikan postingan tersebut masih memiliki itu.
Oleh karena itu, pada era ini, Alfons mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Alfon menegaskan lagi, jejak digital tidak dapat dihapus secara tuntas. Masyarakat diharapkan berpikir lebih sebelum menggunakan media sosial agar postingan tersebut tidak disalahgunakan dikemudian hari.
"Jadi sarannya kalau tidak mau disalah gunakan harap berhati hati meninggalkan jejak di media sosial. Jadi mungkin hari ini anda pro sayap kanan, tahu-tahu beberapa tahun kemudian jadi sayap kiri. Wah itu luar biasa akan dimanfaatkan akan berbalik ke Anda," kata Alfons (eks)