Unggahan yang muncul berdasarkan kronologi membuat pengguna melihat urutan yang berbeda di lini masa mereka dan teman, meski keduanya mengikuti akun yang sama. Hal ini berkat teknologi yang mempelajari perilaku pengguna saat berinteraksi dengan akun-akun tersebut.
Namun kini, Instagram dikabarkan tidak mempertimbangkan untuk kembali mengadopsi algoritme berdsarkan kronologi atas dasar keluhan yang disampaikan para penggunanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Minat
Instagram memprediksi seberapa besar kepedulian penggunanya terhadap satu unggahan yang dilihat. Hal ini diukur berdasarkan perliaku terhadap konten serupa di masa lalu.
2. Kebaruan
Seberapa baru sebuah unggahan dibagikan. Instagram akan mengutamakan unggahan baru ketimbang yang sudah ada selama beberapa pekan.
3. Hubungan
Unsur kedekatan dengan orang yang membagikan unggahan diukur berdasarkan sejauh mana interaksi dengan orang-orang tersebut di masa lalu, seperti mengomentari foto dan video atau sama-sama ditandai (tag) dalam sebuah unggahan.
1. Frekuensi
Seberapa sering Anda menggunakan Instagram akan memengaruhi tampilan unggahan. Semakin sering diakses maka unggahan terbaik akan muncul sejak terakhir kali Anda membuka aplikasi.
2. Mengikuti akun lain
Jika ada banyak akun atau tagar yang diikuti, Instagram akan memilih unggahan dari lebih banyak orang untuk muncul di lini masa sehingga Anda akan melihat lebih sedikit unggahan dari masing-masing akun.
3. Pemakaian
Durasi penggunaan Instagram akan memengaruhi jumlah unggahan terbaik yang muncul di lini masa. Semakin singkat waktu yang dihabiskan, maka makin sedikit unggahan yang muncul dan begitu juga sebaliknya.
Dilaporkan Techcrunch, akun personal dan bisnis disebut tak akan memengaruhi konten yang muncul di lini masa, lantaran Instagram mengklaim tak ada konten yang disembunyikan untuk diekspos meski ada banyak tagar dan perilaku unik penggunanya. (evn)