Hal ini menjadi besar di Amerika Serikat lantaran Huawei tengah menghadapi kecurigaan soal digunakannya perangkat telekomunikasi mereka untuk penyadapan pemerintah China.
"Kabar bahwa Facebook memberikan izin kepada perusahaan asal Tiongkok seperti Huawei dan TCL untuk mengakses data telah menimbulkan kekhawatiran serius, dan saya akan mempelajari lebih jauh tentang bagaimana Facebook dapat menjamin bahwa informasi tentang pengguna mereka tidak dikirim kepada server Tiongkok," kata Vice Chairman dari Senate Select Committee on Intelligence Mark Warner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, Huawei tidak kooperatif dalam proses investigasi tersebut dan menolak untuk menjelaskan hubungannya dengan pemerintah Tiongkok atau Partai Komunis Tiongkok.
The New York Times mencatat bahwa kerjasama data antara Facebook dan vendor perangkat pintar ini sudah terjalin sejak 2010.
Meski demikian, Facebook menolak menyebut hubungan-hubungan kerja sama ini sebagai suatu skandal privasi. Ia menekankan kalau pihaknya melakukan pembatasan yang ketat terhadap bentuk integrasi gawai ini.
Terkait pengelolaan data pribadi, setelah skandal Cambridge Analytica terungkap Facebook menyebut akan memperbaiki pengelolaan data kepada penggunanya. Perusahaan itu pun mengumumkan kepada seluruh penggunanya terkait pembaruan syarat, kebijakan data, dan kebijakan cookie.
Selain itu, Facebook menjanjikan bahwa pengguna akan segera dapat mengontrol privasi dan informasi yang dibagikan di Facebook dengan cara-cara yang baru.
(eks)
Selain itu, Facebook menjanjikan bahwa pengguna akan segera dapat mengontrol privasi dan informasi yang dibagikan di Facebook dengan cara-cara yang baru.