Waspada Tipu-tipu Tiket Piala Dunia 2018

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Senin, 11/06/2018 17:54 WIB
Waspada Tipu-tipu Tiket Piala Dunia 2018 Ilustrasi Piala Dunia 2018. (Foto: REUTERS/Anton Vaganov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga hari jelang momen besar perhelatan Piala Dunia 2018, pengguna internet menemukan aksi tipu-tipu soal tiket pertandingan.

Riset yang dilakukan oleh Kaspersky Lab mencatat beberapa modus yang digunakan untuk melancarkan aksi penipuan tiket Piala Dunia 2018.

Notifikasi Menang Undian
Penipuan ini sebenarnya sudah lazim dan kerap mengatasnamakan sejumlah perusahaan yang menjadi sponsor resmi Piala Dunia hingga mencatut nama FIFA.


Dokumen dalam format Pdf. atau docx yang menyertakan informasi pribadi Anda kerap disertakan untuk meyakinkan korban. Tak jarang, penerima surel juga diminta untuk mentransfer sejumlah uang sehingga ada lebih banyak informasi soal korban.

Iklan berisi spam
Iklan yang menawarkan pernak-pernik, transportasi dan akomodasi, hingga paket liburan selama Piala Dunia tak jarang disusupi spam.

Tak jarang, iklan yang muncul tak ada kaitannya dengan Piala Dunia. Pelaku kerap menggunakan materi lama yang diubah sedikit agar nampak relevan dengan momen besar tersebut.

Penjualan tiket
Selain dijual secara resmi, ada yang memanfaatkan penjualan tiket Piala Dunia palsu. Meski asli, bukan berarti Anda terbebas dari aksi penipuan lantaran tiket yang asli hanya dijual lewat situs resmi FIFA.

Situs palsu
Salah satu cara paling banyak dipakai adalah dengan membuat situs palsu yang dibuat seakan-akan sama dengan versi asli. Tampilannya yang nyaris sama tak jarang membuat korban tanpa sadar memberikan informasi detail soal nomor kartu hingga kode cvv.

Mencuri dan ubah data korban
Penipu tak selalu mencuri mencuri dan menyalahgunakan data korban. Sebuah situs penipuan diketahui menanam malware ke dalam komputer korbannya dan mengubah informasi log in menggunakan surel baru untuk dijual kembali.

Mengecoh lewat domain
Untuk meyakinkan korban, tak jarang pelaku mendaftarkan nama domain dengan memasukkan kata 'dunia', 'piala dunia', 'FIFA', 'Rusia', dan kata kunci lain yang ada kaitannya dengan Piala Dunia 2018.

Pelaku akan mengecoh korban lewat URL yang diketikkan ketika hendak membuka situs tertentu. (evn)


ARTIKEL TERKAIT