Hal ini lantaran Apple meminta para penyuplai untuk merakit komponen iPhone anyar 20 persen lebih sedikit ketimbang biasanya. Adanya permintaan ini disebut karena Apple memprediksi antusiasme konsumen terhadap produk ponsel pintarnya meredup.
Tahun lalu, Apple meminta para supplier untuk mempersiapkan pengiriman sebanyak 100 juta unit iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X.
Lihat juga:Pendiri Apple Dukung Kemunculan iPhone Murah |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua tipe high-end akan memiliki layar dengan display OLED seperti yang dimiliki iPhone X, sedangkan tipe yang lebih murah akan memiliki layar dengan display LCD.
Lihat juga:Penjualan Ponsel Redup Meski THR Cair |
Harga saham Apple sendiri sudah meningkat 12 persen sejak awal tahun, demikian dilansir dari CNN. Namun, harga saham Apple menurun hampir 2 persen Jumat lalu (8/7), yang meyebabkan Nasdaq menurun 0,6 persen.
Antusiasme konsumen terhadap produk iPhone mungkin akan menurun setelah bertahun-tahun bertumbuh dengan pesat. Hal ini mengakibatkan harga saham Apple dan sejumlah perusahaan pemasoknya ikut menurun.
"Kabar ini harus dilihat alam konteks Apple yang mungkin terlalu optimis terkait prospek produk-produk iPhone barunya di tahun lalu, yang menyebabkan banyaknya sisa inventaris pada awal tahun ini," ujar seorang analis dari Atlantic Equities, James Cordwell.
Lihat juga:Apple Disebut Bikin iPhone X Versi Murah |
Apple menjual 217 juta iPhone model lama dan baru pada tahun anggaran yang berakhir 30 September 2017. Tidak dijelaskan secara rinci penjualan terhadap tipe apa saja, dan Apple diketahui masih terus merakit tipe-tipe iPhone lama.
Sejumlah analis mengaku telah memprediksi bahwa Apple akan menjual lebih sedikit iPhone pada tahun ini ketimbang tahun lalu, seiring dengan menurunnya permintaan ponsel pintar (smartphone) secara global dan kuatnya persaingan, seperti ditulis Reuters. (eks)