Berbeda dengan bulan punama biasa, kali ini kemunculan bulan stroberi bersamaan dengan planet Saturnus yang mencapai jarak terdekat dengan Bumi.
Bulan purnama nanti malam akan terlihat berbeda dari biasanya, karena memiliki ukuran sedikit lebih kecil dengan warna kemerahan. Hal ini lantaran nanti malam buan berada di posisi terjauhnya dengan Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama bulan stroberi sebenarnya didapat dari Algonquin Indian dari bagian utara AS dan tidak berhubungan dengan penampilan Bulan. Nama tersebut tercetus karena puncak purnama terjadi ketika panen strawberry di sana. Nama pendek itu pun digunakan sebagai pertanda waktunya memanen buah.
Obeservatorium Griffith di Los Angeles mencatat pada kondisi normal, cincin Saturnus sebenarnya bisa menerangi planet itu sendiri. Namun kali ini, cahayanya akan lebih terang sepanjang minggu.
Fenomena ini bisa diamati menggunakan teleskop atau binokular mulai Selasa malam hingga Kamis esok (28/6). (evn)