Ambisi Mahathir Dirikan Perusahaan Mobil Nasional Baru

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Rabu, 13/06/2018 15:38 WIB
Ambisi Mahathir Dirikan Perusahaan Mobil Nasional Baru Mahathir ingin kembali menghidupkan industri otomotif nasional Malaysia (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad masih memiliki ambisi untuk mendirikan perusahaan mobil nasional baru sebagai pengganti Proton yang 49,9 persen sahamnya telah dibeli perusahaan asal China Zhejiang Geely Holdings.

Perusahaan mobil nasional baru itu disebut untuk mengobati luka dalam Mahathir yang menegaskan Proton kini bukan lagi mobil nasional Malaysia. Proton sendiri merupakan produsen mobil Malaysia yang didirikan pada tahun 1983 atas inisiatif dari Mahathir, saat menjabat sebagai perdana menteri.

"Sayangnya Proton telah dijual kepada China yang telah diberi hak untuk mengelola Proton. Jadi Malaysia sekarang tidak menggunakan keterampilan itu," kata Mahathir kepada wartawan Malaysia setelah kunjungan kerja tiga harinya ke Jepang dilansir Bernama.


Mahathir menyatakan niatnya pertama kali untuk mendirikan perusahaan otomotif baru yang mayoritas sahamnya milik Malaysia di depan Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, awal pekan ini.
Soal mendirikan perusahaan manufaktur baru tersebut, Mahathir ingin menghidupkan industri pendukung otomotif di Malaysia yang belakangan dikabarkan harus tutup karena mereka tidak dapat memasok komponen ke Proton.

"Kami perlu menghidupkan kembali mereka karena seluruh ide tentang investasi dalam mobil nasional bukan hanya tentang membangun mobil nasional, ini tentang menjadi katalisasi untuk menumbuhkan kemampuan otomotif Malaysia," tegas Mahathir.

Menurut Mahathir perusahaan otomotif baru tersebut akan berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan otomotif di Asia termasuk Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan.

Hasil produksinya pun akan diekspor ke sejumlah negara, karena dijelaskan Mahathir industri otomotif adalah pasar yang sangat besar dan potensi meningkatkan devisa negara Malaysia.
"Di seluruh dunia orang-orang mengalihdayakan suku cadang mobil, kami dapat memproduksi suku cadang untuk mobil bermerek di Malaysia dan mengekspornya yang akan memberi kami banyak devisa," katanya.

Mahathir menambahkan manfaktur tersebut diharapkan bisa kembali menggairahkan industri otomotif Malaysia menyaingi Proton dan Perodua.

Dijelaskan Mahathir bagi perusahaan mana pun yang ingin terlibat dalam proyek mobil baru harus siap dan memiliki komitmen demi menghasilkan mobil berkualitas untuk domestik Malaysia dan dijual ke seluruh dunia.

"Jika proposal itu bagus, kami harus memberikan kesempatan kepada mereka. Namun, kami tidak ingin memberikan lisensi kepada orang-orang yang akan menjual kepada pihak lain. Ini adalah sesuatu yang akan dihentikan oleh pemerintah ini," tutup Mahathir. (mik)