Perusahaan mobil nasional baru itu disebut untuk mengobati luka dalam Mahathir yang menegaskan Proton kini bukan lagi mobil nasional Malaysia. Proton sendiri merupakan produsen mobil Malaysia yang didirikan pada tahun 1983 atas inisiatif dari Mahathir, saat menjabat sebagai perdana menteri.
"Sayangnya Proton telah dijual kepada China yang telah diberi hak untuk mengelola Proton. Jadi Malaysia sekarang tidak menggunakan keterampilan itu," kata Mahathir kepada wartawan Malaysia setelah kunjungan kerja tiga harinya ke Jepang dilansir Bernama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami perlu menghidupkan kembali mereka karena seluruh ide tentang investasi dalam mobil nasional bukan hanya tentang membangun mobil nasional, ini tentang menjadi katalisasi untuk menumbuhkan kemampuan otomotif Malaysia," tegas Mahathir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil produksinya pun akan diekspor ke sejumlah negara, karena dijelaskan Mahathir industri otomotif adalah pasar yang sangat besar dan potensi meningkatkan devisa negara Malaysia.
Mahathir menambahkan manfaktur tersebut diharapkan bisa kembali menggairahkan industri otomotif Malaysia menyaingi Proton dan Perodua.
Dijelaskan Mahathir bagi perusahaan mana pun yang ingin terlibat dalam proyek mobil baru harus siap dan memiliki komitmen demi menghasilkan mobil berkualitas untuk domestik Malaysia dan dijual ke seluruh dunia.
"Jika proposal itu bagus, kami harus memberikan kesempatan kepada mereka. Namun, kami tidak ingin memberikan lisensi kepada orang-orang yang akan menjual kepada pihak lain. Ini adalah sesuatu yang akan dihentikan oleh pemerintah ini," tutup Mahathir. (mik)