Patut diingat sejak awal diumumkan, Model 3 dijual dengan harga US$35.000 (Rp489 juta), atau sebagai mobil listrik versi termurah Tesla. Harga yang ditawarkan dianggap berupa 'gimik' penjualan dari Tesla guna mengelabui calon konsumen.
Oleh karena itu sejumlah pakar otomotif Amerika Serikat menilai Model 3 bukan mobil listrik massal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum final soal harganya, secara tiba-tiba CEO Tesla Motors Elon Musk mengumumkan harga Model 3 tipe 'special high performance' dijual US$78.000 (Rp1,094 miliar) dilansir CNN.
Lihat juga:Komitmen Tesla Rakit Mobil di Luar AS |
"Pengiriman (minimum) biaya Model 3 menyebabkan Tesla kerugian," dari sebuah dalam Tweet Musk pada Minggu (10/6). Dalam cuitannya, Musk juga menambahkan proses pengiriman memakan waktu tiga sampai enam bulan lamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situs resmi Tesla menunjukkan harga Model 3 'termurah' tidak akan dikirimkan hingga akhir tahun ini. Perusahaan tak menjelaskan kapan konsumen menerima unitnya.
Lihat juga:Elon Musk Ingin Buat Perusahaan Permen |
Penambahan biaya sebesar US$5.000 jika konsumen bersedia mobilnya 'disuntik' teknologi autopilot (mobil bergerak tanpa sopir). Itu belum termasuk sistem all-wheel-drive yang akan tersedia. (mik/mik)