Menurut Rudiantara, dari sekitar empat ribu akun yang di-take down Kominfo sejak akhir bulan Mei 2018, hampir setengah di antaranya berada di Instagram dan Facebook.
"Mayoritas dari empat ribu yang di blok, FB dan IG 48 persen dari FB dan IG," kata Rudiantara di sela acara gelar griya di kediamannya, di Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Rudiantara mengatakan akun yang tutup pada bulan Juni ini jumlahnya menurun.
Lihat juga:Fortnite Hadir di Konsol Nintendo Switch |
"Sejak Mako Brimob tanggal 11 Mei, itu tinggi, naik 400-500 yang kita blok, terakhir sekitar 50 yang kita blok," tegasnya.
Rudiantara mengatakan Kominfo bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk memerangi ujaran kebencian di media sosial.
"Polisi itu melakukan penindakan di dunia nyata, Kominfo hanya di dunia maya. Kominfo melacak, polisi yang menangkap," tutup Rudiantara. (mik/mik)