Perusahaan teknologi Amerika Serikat itu dikenakan sanksi denda karena menerapkan 'bricking' atau perangkat lunak pada produknya yang membuat iPhone yang diperbaiki pihak ketiga mati.
Australian Competitor and Consumer Commission (ACCC) menggugat Apple karena telah memperoleh keuntungan lewat tindakan 'lock' produk-produknya. Apple disebut menolak menangani situasi ini jika pengguna produk tidak melakukan perbaikan di perusahaan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait masalah ini, otoritas Australia menyatakan bahwa Apple telah melanggar Undang-Undang Konsumen karena 275 pelanggan mereka disebut tidak memenuhi syarat untuk mendapat perawatan jika perangkat telah diperbaiki oleh pihak ketiga.
Setelah ACCC memberitahu Apple tenatng penyelidikannya, perusahaan asal AS ini berusaha untuk memberikan kompensasi atas 'error 53' alias perangkat tidak bisa melakukan pembaruan.
Lihat juga:Perang Hak Paten Apple dan Qualcomm |