Penurunan harga ini terpengaruh dari banyaknya berita negatif seputar bitcoin. Salah satunya terkait perintah lembaga peraturan finansial Jepang yang meminta enam perusahaan bursa cryptocurrency di negaranya untuk meningkatkan sistem anti-pencucian uang miliknya.
Ini sesuai dengan tren penurunan yang terjadi belakangan. Sepanjang 2018, harga Bitcoin telah turun 56 persen setelah naik 1300 persen tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seringkali ayunan harga disalahkan atas peristiwa seperti pembajakan lembaga pertukaran uang kripto atau berita dari pemerintah, jelas Chris Tse, Direktur Cardstack, pemimpin proyek yang menciptakan internet berbasis blockchain.
Tse mencatat bahwa bitcoin memang tengah menghadapi situasi yang keras, bahkan sebelum adanya kejadian-kejadian buruk baru-baru ini.
Seiring dengan turunnya bitcoin, mata uang digital lain juga mengalami penurunan. Etherum,mata uang digital kedua terbesar setelah bitcoin, turun 10 persen jadi bernilai US$472,99 (Rp6 juta).
Sementara itu, menurut Global Fundstrat Advisors menyebut perlambatan pasar ini terjadi karena tidak cukupnya pasokan uang masuk ke pasar cryptocurrency tahun ini. (eks)