Pengamat: SMS 'Amien Rais Presiden 2019' Bentuk Kampanye

RBC, CNN Indonesia | Senin, 25/06/2018 20:39 WIB
Pengamat: SMS 'Amien Rais Presiden 2019' Bentuk Kampanye Politikus senior PAN Amien Rais. (dok. CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesan singkat (SMS) yang bertuliskan  "Coblos Khofifah-Emil for Amien Rais Presiden 2019! cloo.glcWf6Xx -PAN JATIM." beredar di Surabaya beredar dalam beberapa hari terakhir.

Salah seorang warga yang mendapat dua buah pesan dengan isi nyaris dari nomor yang tak dikenal meninggalkan pesan untuk memilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang merupakan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2018.

Menanggapi hal ini, pengamat teknologi informasi dari Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Heri Sutadi mengatakan penyebaran pesan singkat semacam ini bukan hal baru. Hal semacam itu sudah marak terjadi sejak Pemilihan Umum 2014 lalu.


"Ada yang sifatnya mendukung calon tertentu, tapi ada juga yang berupa kampanye hitam [terhadap] calon lain," ungkap Heru dalam pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/6).


Selain itu, ia mengatakan ada kemungkinan seolah-olah pesan tersebut dikim oleh pasangan calon tertentu untuk mendapatkan dukungan. Meski sebenarnya, berasal dari pihak lain dengan maksud untuk menjatuhkan citra calon tersebut.

Dalam hal ini, Heru menyayangkan hal-hal semacam itu luput dari perhatian dan peraturan pihak berwenang seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Terkait mekanisme pengiriman pesan, ia memperkirakan hal tersebut dikirimkan secara acak baik secara manual maupun menggunakan aplikasi tertentu.


Heru juga menyebut hal ini dapat dikategorikan sebagai kampanye negatif jika pesan tersebut diterima oleh calon pemilih di wilayah yang sesuai.

"Misal [pesan dengan calon] Jawa Timur, dikirim ke pengguna di Jawa Timur. Tapi kalau diterima orang di Jakarta, ini patut dicurigai," ujarnya.

Sebelumnya, warga Surabaya pada Senin (21/6) mendapatkan SMS berisi imbauan memilih pasangan Khofifah-Emil pada Pilkada Jatim. Pria itu mengaku tidak mengetahui sosok dan nomor pengirim SMS.

Dikonfirmasi secara terpisah, salah satu anggota Timses Khofifah - Emil, yang juga menjabat sebagai Bendahara PAN Jatim, Agus Maimun menegaskan bahwa SMS tersebut sebenarnya hampir sama dengan SMS yang mengatasnamakan BM PAN beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya kita sudah klarifikasi. Kami merasa dirugikan dengan adanya SMS itu. SMS itu bertendensi provokatif dan bukan berasal dari kami," tuturnya. (evn)