"Belum sih selama ini, kita lihat saja nanti, dengan musim politik sekarang," tutur Jason saat ditemui di kantor Google Indonesia, Rabu (27/6).
Dalam melakukan kurasi iklannya, Google menggunakan sistem otomatis. Ia tak menggunakan tenaga kurasi manusia. Sistem ini akan secara otomatis menyaring dan menolak iklan-iklan yang tidak sesuai dengan kebijakan periklanan Google.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google memang memiliki kebijakan periklanan yang melarang beberapa jenis iklan untuk tampil di layar para pengguna. Namun, kebijakan itu berbeda-beda tergantung dari peraturan masing-masing negara. Di Indonesia, salah satu kebijakannya adalah tidak mengizinkan iklan yang mempromosikan kandidat atau partai politik.
Baru-baru ini Google di Amerika Serikat juga memperbarui kebijakannya terkait iklan politik. Mereka mewajibkan para pengiklan untuk menunjukkan kartu kependudukan demi memastikan bahwa pengiklan benar-benar warga negara AS.
Perubahan ini dilakukan setelah Google dan perusahaan media sosial lain disalahgunakan oleh aktor dari luar negeri. Salah satunya adalah pemerintah Rusia yang didukung oleh Agensi Penelitian Internet mereka saat pemilihan Presiden di Amerika Serikat. (eks)